Lakukan Ini untuk Keamanan Daring

Beberapa tahun yang lalu Edward Snowden menggegerkan sejagat karena berhasil membocorkan aktivitas pengintaian Amerika terhadap beberapa petinggi negara lain. Hal ini tentu mengingatkan kepada kita semua bahwa bermain internet secara privasi tentulah tidak aman. 

Bulan Desember 2016 kemarin, saya bersama Mr. Ken, pelancong (usia sekitar 70an tahun) keturunan Jepang namun berkebangsaan Amerika, duduk bersama berdiskusi di tepi pantai Pulau Maratua, sebuah pulau terluar NKRI yang banyak digandrungi oleh pelancong berduit. Beliau menghabiskan waktunya untuk masa pensiun dan berlibur di pelbagai wilayah di belahan bumi termasuk Indonesia. Percakapan kami terus berlanjut hingga kami memiliki kecocokan yang sama di bidang kelautan karena kenyataan beliau lulusan doktoral kebijakan laut. Karena ada beberapa file yang ingin saya gandakan dari beliau, kami berdua kembali mengambil laptop di penginapan masing-masing. Setelah itu kembali ke meja semula di pantai. Sejenak setelah membuka laptop, ada kesamaan pada laptop kami yaitu sticky note yang menutupi kamera komputer jinjing kami dan juga kamera depan gawai pintar kami. Ya, kami ternyata sama dalam menjaga privacy meskipun hal ini sedikit aneh bagi orang lain. Mungkin begitulah prolognya kenapa tetiba saya ingin membuat tulisan ini. Apabila rekan-rekan ingin menjaga keamanan anda dalam berinteraksi dalam dunia maya maka ada beberapa hal yang anda bisa lakukan seperti berikut ini:
1. Sticky Note untuk menutup kamera yang terkoneksi dengan internet. 
Gambar 1. Penggunaan Sticky Note pada kamera depan gawai.

    Tentu tidak mesti dilakukan permanen karena terkadang anda akan memakainya apabila ingin melakukan komunikasi tatap muka baik untuk kolega anda ataupun yang terutama keluarga anda dari kejauhan. Saya menyarankan rekan-rekan untuk mengggunakan sticky note (bagian perekat) untuk menutupi kamera anda dengan cara menggungting kertas tersebut seukuran kamera gawai. Kertas ini hanya melekat seadanya pada kamera anda namun tetap bertahan lama. Apabila anda ingin memakainya maka bisa dilepas dengan mudah tanpa merusak kamera gawai. 
2. Berselancar menggunakan TOR
Aplikasi ini bisa anda dapatkan website TOR dengan cara download. Perangkat lunak tersebut bisa diinstal dengan hanya beberapa langkah. Mengapa sih mesti TOR? Nah, aplikasi ini membebaskan anda dari spy atau melindungi privasi anda saat berselancar di dunia maya dengan cara membentengi diri anda dari jaringan pengawasan yang tak terdeteksi dan analisis trafik. Ada banyak kelebihan browser ini tanpa saya harus saya beberkan dalam artikel ini. 
Image result for tor browser logo
Gambar 2. Logo TOR (Sumber: torproject.org)
3. Pikir terlebih dahulu sebelum klik sebuah tautan
Demi keamanan saat ini, maka hindarilah untuk mengklik tautan sembarangan. Hindari sama sekali membuka link yang dikirim oleh orang yang tidak anda kenal. Apabila anda bekerja di perusahaan besar atau pemerintahan, hal ini tentu sangat beresiko yang bukan hanya beresiko untuk pada diri anda tetap juga tempat dimana anda bekerja. Link tersebut mampu mengambil informasi personal (pasaword, detail kartu kredit dll) dan mendownload Malware pada komputer anda. Usaha para hacker untuk menjebak anda ini disebut Phising  dan pelakunya disebut Phise. Setidaknya dalam setiap menit selalu ada korban terjebak seperti pada tautan tersebut dan mengalami kerugian (Sumber: McAfee, 2017).
4. Sistem Operasi TAILS


Sistem operasi ini merupakan software open source yang dibuat oleh anonim developer yang dioptimalkan dalam rangka penyamaran identitas pengguna di dunia online (Natgeo, 2016). Berdasarkan informasi yang ada bahwa software ini sepenuhnya dimuat dalam media eksternal misalnya Flash Disk (kurang lebih 2 GB) untuk melakukan booting komputer. Tails tentunya tidak menyimpan data secara lokal sehingga kebal terhadap mata-mata dan juga komputer anda tidak meninggalkan jejak apabila dikemudian hari diperiksa. Untuk OS ini saya belum menggunakannya karena masih terbiasa dengan windows 10.

Image result for tails os logo
Gambar 3. Logo Tails (Sumber: ommons.wikimedia.org)

Ini pengalamanku saat tes IELTS

Yogyakarta, 22 April 2017.
IELTS Academic 

Hi IELTS cathcer, bagaimana persiapan tes IELTSnya?
Selain mengasah skill dalam practice soal-soal cambridge dll namun persiapan mental teman-teman juga seharusnya sudah siap sebelum official test. Salah satu cara yang bisa kita lakukan agar menghindari rasa kaget atau kemungkinan mental bisa jatuh adalah perbanyak melihat contoh soal yang sudah dikeluarkan dari institusi penyelenggara test IELTS lainnya seperti yang bisa dilihat di ielts-blog.com atau ieltsliz.com dan ataupun bertanya langsung kepada teman-teman yang sudah melakukan tes IELTS. Nah, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang soal dan pengalaman yang diberikan British Council di Yogyakarta. 
Gambar: ilustrasi tes IELTS (https://admissiontestportal.com)

Writing Task 1
Pada sesi ini saya lupa persis soalnya namun soal yang muncul adalah tipe bar chart dengan introduction yang saya buat kira-kira seperti berikut ini:

The given bar chart illustrates the proportion of women and men on several different free-activities in England in 2006. It is obviously seen that women dominated the activities with exception…


Writing task 2.

Some people argue that they should keep in the same career for better life while other think that it is preferable to have frequently change job?

To what extent do you agree or disagree about the statement?


Speaking

Note: The interviewer has the strong British accent with lower and faster voice. Be ready for the worst condition, for example in this session which is too hard for me to understand what the interviewer said at that time.

Part I

What is your full name?
Can I see your ID card?
Do you like to stay in your region?
Will you stay in similar place in future?
Are you interested in robot?
When did you start to like robot?
Would you like to robots to work at your home?
Do you want to take a car in which a robot is a driver? 
Do you like to wear shoes that are comfortable or good-looking?
Why do some people have to many shoes?
Have you ever bought shoes online?

Part II
Describe family member that make you feel proud?
1. Who this person is?
2. When this happened?
3. What this person did?

Part III
Related question with the previous part

Do you think that every parent should give award to their children?
Do you think that give a prize to children like teaching them regarding bribery?
Is it always achievement make parents proud?
What do usually make parents proud to their children?

Listening

1. Name, address
2. Map etc
3. Long conversation etc

Reading

1. Topic: 
2. Topic: IQ research by several researchers
3. Topic: Humanity evaluation subject in medical school and hospital treatment


Tips
Sebenarnya ini catatan pribadi bagi saya tapi semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi rekan-rekan pejuang IELTS juga. Pertama saya memilih Yogya karena rekomendasi teman-teman, memilih BC karena saya memang lebih memilih dan terbiasa dengan aksen BrE lagipula tujuan kampus saya adalah UK, dan saya gak pernah ke Yogyakarta yang nota benenya dah sejak tahun 2011 mau ke kota tersebut karena banyak teman disana. Ya, hitung-hitung jalan-jalan dan silaturahim. Tes IELTS saya dilaksanakan pada tanggal 22 April 2017 dan saya datang dua hari sebelum hari tersebut.
-       -2 Hari
Saya tiba di Yogya dijemput sama kawan dengan catatan tempat tinggal dan akses transportasi ke lokasi tes sudah jelas. Malam harinya saya mengevaluasi skill yang sudah saya pelajari. Sebagian orang memilih untuk beristirahat seminggu sebelum tes, berhubung karena saya tipe orang pelupa maka hal tersebut tidak tepat bagi saya untuk berleha-leha di -2 hari. Catatan : setiap orang punya cara belajar masing-masing.
-     -1 Hari
    Judul -1 hari adalah jalan-jalan. Bagi saya hari ini sangat penting untuk refresh otak atau pikiran saya dengan cara berseliweran di tempat-tempat wisata seperti berkunjung di Candi Prambanan dan Keraton Ngayogyakarta. Bagi saya memanfaatkan satu hari ini untuk jalan-jalan bisa meningkatkan hormon kebahagiaan yang setara dengan istirahat satu minggu. Namun, pagi hari sekitar jam 7 saya memastikan akses ke lokasi tes terlebih dahulu sebelum jalan-jalan. Untuk transportasi sendiri, pilihannya adalah memakai motor yang teman tawarkan untuk dipinjam (saya lupa bawa SIM dan khwatir siapa tau motor teman dicuri kan bisa berabe urusnya), diantar teman (Okelah), memakai angkutan umum (sebagai orang baru saya tentu kesulitan memakai angkot) atau pesan ojek online (pilihan kedua). Saya sendiri mengutamakan diantar teman dengan memakai motor untuk memastikan bahwa sudah ada kendaraan yang siap dan berbagai kelebihan lainnya seperti menghindari macet.
Hari H
Tes IELTS dilaksanakan pukul 07.45, saya sendiri hadir pada pukul 6.30 dengan membawa makanan untuk sarapan. Beberapa diantara teman-teman lainnya masih ada yang belajar sebelum tes terutama writing, sedangkan saya hanya membaca berita BBC seperti biasa. Selain itu, aktivitas saya bolak balik ke WC untuk menguras kemih agar terhindari dari kencing dan BAB pada saat tes. Oiya, kalau teman-teman masih ingin belajar sebelum tes sebaiknya jangan registrasi cepat karena saat anda udah teregistrasi maka anda diharuskan masuk ke ruang ujian dimana pada kondisi tersebut anda sudah tidak dibolehkan membawa apa-apa (stationary, hp, tas, dll) kecuali kartu identitas dan tidak bisa keluar ruangan kecuali ke toilet.

Suasana ruang tes BC Yogya menurut saya pas seperti tidak terlalu padat peserta, ruang yang cukup, speaker yang suaranya ok serta dilengkapi stopwatch di layar LCD.

Sebagai tambahan untuk bagian speaking berdasarkan pengalaman beberapa rekan-rekan yang sudah tes termasuk saya, prevalensi contoh soal dalam aplikasi IELTS speaking dalam real test sangat tinggi. Sayangnya, saya baru tahu setelah tes ini. Itupun karena diskusi banyak dengan teman-teman yang ambil tes sebelumnya. 
Gambar: Aplikasi Assistant IELTS Speaking


Gambar 3. Contoh soal pada aplikasi ini yang naik pada saat real test

Satu lagi, sebaiknya hindari mengambil tempat tes yang sama dengan teman-teman yang sama pula di tempat kursusan karena ada pola yang sama. Saya tidak tahu persis apakah masuk punishment atau gak, yang pasti ada beberapa kalimat di tulisan saya yang saya konfirmasi sama persis dengan teman sekursusan pada saat tes. Menurut saya, kondisi ini tidak bagus. 
Bila ada pertanyaan atau korespondensi bisa komen dibawah kolom yang telah tersedia 

Be A Rich Student

Be A Rich Student: Sebuah Bekal untuk Berinvestasi Sejak Mahasiswa

Mungkin dalam benak kita, seorang mahasiswa yang kaya adalah mahasiswa dengan gadget berteknologi tinggi yang update dan mengendarai sebuah motor sport ala Boy dalam sinetron masa kini. Namun, yang penulis maksud dengan Rich Student adalah mahasiswa yang berpikir untuk berinvestasi agar mendapat keuntungan di kemudian hari atau memiliki persiapan matang sebelum menyelesaikan studinya.

According to Cambridge Dictionary. Invest is to put money, effort, time, etc. into something to make a profit or get an advantage.

Beberapa hari yang lalu, saya kembali mencari beberapa artikel mengenai Financial Freedom. Intinya, uanglah yang bekerja untuk kita. Kaitannya dengan financial freedom dan mahasiswa adalah kamu akan merasakan freedom dari segala kekhwatiran setelah menyandang status sarjana. Baik itu masalah pekerjaan atau hal lain yang akan kamu lakukan setelah itu. Singkatnya, bekal sebelum meraih gelar. Ada poin penting ternyata yang saya dapatkan dan membahasnya terkait kehidupan kemahasiswaan. Secara finansial ada 3 jenis orang yang membedakan yaitu Broke People, Middle People dan Rich People. Dalam tulisan ini, saya menganalogikan Rich People sebagai Rich Student. Yang membedakannya adalah rich student lebih menyukai berinvestasi. Mereka (baca: Rich People atau Rich Student) lebih suka berinvestasi dan kemudian mendapatkan aset yang berpenghasilan per bulan. Sementara yang lain lebih cenderung menghabiskan seluruh uang pada alokasi pengeluaran yang tidak begitu penting seperti gadget yang kemudian tidak begitu mereka perlukan atau seperti Middle People yang hidupnya lebih cenderung menghabiskan gajinya menyicil kredit motor, mobil dll.



Gambar 1. Ilustrasi (basohamdani.com, 2016)

Dalam kehidupan mahasiswa ada beberapa investasi yang tidak semua mesti dilakukan dengan kapital. Investasi-investasi apa yang bisa kamu lakukan saat (atau sesudah menyandang) status mahasiswa, berikut list yang bisa dipertimbangkan:
1.Soft Skill
Soft skill memegang puncak investasi yang mesti dimiliki. Soft skill tersebut seperti integritas dan kejujuran. Jagalah setiap kepercayaan yang orang lain berikan. Bila menanam kepercayaan pada setiap orang maka investasi yang kamu dapatkan ke depan adalah integritas. Hal ini membuat peluang anda lebih besar. Peluang akan menjadi lebih besar pada jejaring yang anda miliki dibandingkan dengan yang lain yang tidak atau kurang memiliki pada posisi ini. 

2. Akademik
Menjadi mahasiswa adalah amanah, salah satunya yang paling penting adalah amanah dari orang tua. Pengeluaran dan waktu yang digunakan cukup besar. Memiliki nilai akademik yang memumpuni merupakan salah satu kriteria pemenuhan hal tersebut.Seorang mahasiswa seharusnya memiliki nilai akademik yang baik dan menguasai apa yang mereka pelajari atau perdalam sesuai jurusan yang diambil kecuali bila kamu memang yakin bahwa kamu memiliki bakat yang mesti kamu perjuangan sehingga bisa menjadi seperti Bill Gates atau Steve Jobs.

Perlu diketahui bahwa kebanyakan seleksi terdiri dari banyak tahap, minimal tahap administrasi dan wawancara. Investasi selanjutnya yang perlu kamu dapatkan adalah pengalaman berorganisasi untuk investasi melewati tahap wawancara. Tahap wawancara merupakan ejakulasi skill dan pengetahuan yang kalian miliki selama mahasiswa yang dituangkan dalam beberapa menit, Hal ini tidak membutuhkan hanya dengan membaca buku yang kamu beli seperti Cara Lulus Wawancara Kerja atau menghafal semua jawaban yang kemungkinan muncul pada saat seleksi wawancara. Nah, perhatikan poin selanjutnya, 

3. Pengalaman Berorganisasi
Anomali pretensi berorganisasi sudah membanjiri atmosfir kampus. Banyak organisasi kemahasiswaan sedang mengeluhkan jumlah generasinya semakin menurun dari tahun ke tahun. Fokusnya mahasiswa pada sisi akademik menjadi faktor terberat dalam kasus ini. Keberlanjutannya semakin terancam dari anomali ini. Kamu juga bisa ikut di organisasi yang sesuai minat dan bakatmu. misalnya menggeluti olahraga favoritmu di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Hitung-hitung kamu juga menjaga kondisi kamu supaya tetap prima dengan rajin berolahraga dan bersosialisai. Siapa yang tahu bila takdir finansial atau profesimu memang pada hobby yang kamu lakukan saat ini. Dengan memiliki pengalaman organisasi, seorang mahasiswa akan terbiasa bersosialisasi dengan banyak orang atau setidaknya bisa bicara di depan umum. Sebagian besar pemimpin lahir dari mahasiswa yang bergelut di organisasi. Bapak proklamator merupakan sosok yang aktif berorganisasi sejak sekolah dan juga  seperti sosok Presiden Jokowi dan Pak Yusuf Kalla.

4. Jejaring
Poin ini juga terkait dengan poin sebelumnya. Perluas jejaring yang kalian miliki. Miliki banyak teman sesuai jurusan, berbeda jurusan, berbeda daerah bahkan negara. Bangun komunikasi yang baik dari mereka. Kalian bisa membangun networking dengan memenuhi poin pertama. Bergabunglah dengan komunitas di sekelilingmu. Mereka terdiri dari beragam latar belakang. Kalau kamu bisa perbanyak teman dari masing-masing jurusan yang berbeda dan berada pada provinsi yang berbeda. Suatu saat entah kalian butuh atau dibutuhkan mereka dan rezeki tidak akan kemana-mana. Memiliki banyak teman juga merupakan rezeki. Jangan lupa keluarga juga merupakan jejaring anda. Jadi, tetap jaga komunikasi dengan mereka.

5. Entrepreneurship
Cobalah memulai usaha atau bisnis kecil-kecil sebagai lahan belajar kalian atau nantinya bakal menjadi pundi-pundi penghasilan besar. Ubahlah bahwa menjadi sarjana tidak mesti harus kerja di perusahaan atau melulu menjadi PNS seperti orang lain idamkan. Semua hal tersebut baik dan akan lebih baik lagi bila kamu bisa menciptakan pekerjaan bagi orang lain. Selain itu, kamu juga bisa bergabung dengan teman-temanmu dengan berinventasi kecil-kecilan pada sebuah usaha yang teman kamu miliki atau orang lain miliki. Merintis usaha memang tidak mudah namun nikmatilah prosesnya. Siapa yang tahu  kamu juga bisa seperti Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan) dalam perjuangannya merintis Susi Air.

6. Membaca
Seberapa banyak buku yang telah kamu baca hingga hari ini. Pertanyaan selanjutnya, seberapa berkualitas buku yang anda baca?, Output dari membaca adalah kemampuan untuk menulis. Informasi yang kita dapatkan melalui membaca akan memperkaya tulisan kita. Dengan menulis, kita mampu menghasilkan karya seperti dengan  buku, blog atau website yang bahkan bisa mendulang dollar, mengirim artikel di media cetak atau setidaknya kamu tidak sulit menghadapi skripsimu nantinya dengan terbiasa membaca banyak referensi atau kamu juga bisa ikut lomba karya ilmiah yang dilaksanakan oleh kampusmu. Bahkan kamu berpeluang menyusul prestasi Pramoedya Ananta Toer.


Ditulis di Makassar
Tgl 24 Juli 2019