Tips Menghemat Anggaran Perjalanan, Yuk cobain hotel murah di Surabaya

Melakukan perjalanan wisata ke luar kota adalah hal yang menyenangkan. Dengan aktivitas ini, kita bisa melihat berbagai perspektif baru yang tentunya mengandung nilai-nilai yang bermanfaat. Namun, perjalanan yang tidak direncanakan dengan matang, kebanyakan gagal di tengah jalan. Karena itu, dibutuhkan persiapan yang lengkap dan tepat agar tujuan perjalanan benar-benar tercapai.
Salah satu poin penting yang perlu dibahas dalam agenda perjalanan adalah anggaran yang dibutuhkan. Dalam hal ini, kita bisa menggunakan berbagai trik untuk mengurangi jumlah pengeluaran. Contohnya, saat berkunjung ke Kota Pahlawan, kita bisa memilih untuk menginap di salah satu hotel murah. Salah satu caranya adalah dengan mengulik Traveloka.

Lalu, apa sajakah trik-trik lain yang bisa Anda terapkan untuk menekan biaya perjalanan selama menginap di hotel murah di Surabaya tersebut? 
1.     Pilih hotel yang menawarkan layanan sarapan

Source: flickr - velkr0
Mungkin terdengar sepele, tetapi sarapan adalah hal yang penting. Setelah sarapan, seseorang bisa melakukan aktivitas hariannya dengan penuh energi dan maksimal. Sebaliknya, jika tidak sarapan, tubuh Anda pasti akan kekurangan tenaga. Anda tentu tidak ingin rencana bepergian menjadi kacau karena tubuh kurang fit, bukan?
Biasanya, pihak hotel memberikan pilihan kepada pemesan kamar. Apakah dia menginginkan tipe kamar yang dilengkapi dengan layanan sarapan atau tidak? Tentu saja, harga sewanya berbeda.
Jika ingin menghemat anggaran, ada baiknya Anda memesan kamar yang sepaket dengan layanan sarapan. Mengapa demikian? Ada beberapa alasan yang perlu Anda pertimbangkan.
Pertama, Anda mungkin tidak terlalu mengenal daerah hotel tempat Anda tinggal saat ini. Mencari sarapan di pagi hari bisa jadi malah akan merepotkan diri sendiri. Kedua, Anda mungkin akan membutuhkan alat transportasi jika tinggal di daerah yang tidak terlalu ramai demi untuk mencari sarapan. Ini berarti Anda perlu menyiapkan pengeluaran ekstra. Ketiga, ada tenaga ekstra yang harus dikeluarkan. Keempat, harga makanan yang dijual di luar hotel belum tentu murah. 

2. Pilih lokasi hotel yang dekat dengan sarana transportasi umum


Source: Frenavit.com/
Ada hotel tertentu yang letaknya berada jauh dari akses transportasi umum. Untuk menuju ke mana-mana, kita harus berjalan kaki, naik ojek, atau memesan taksi. Kondisi ini tentu tidak fleksibel. Biaya yang dibutuhkan pun bisa membengkak.
Saat Anda menginap di hotel murah di Surabaya, pastikan lokasinya tidak terlalu terpencil. Semakin dekat ke jalan utama tentu semakin baik dan praktis. Anda pun akan memiliki banyak pilihan sarana transportasi murah, termasuk bus atau angkutan kota (angkot). Saat ini juga sudah angkutan online tersedia di beberapa sudut kota sehingga memungkinankan ada lebih cepat dalam berkendara melewati tantangan kota. 

3. Pilih hotel yang dekat dengan lokasi tujuan wisata
Source: Pegipegi.com

Bukan hanya itu, memilih hotel yang dekat dengan lokasi tujuan wisata akan membuat perjalanan Anda lebih singkat dan efektif. Artinya, Anda tidak perlu mengeluarkan dana ekstra untuk membayar biaya transportasi. Waktu dan tenaga pun bisa dihemat untuk menikmati perjalanan. 

4. Pilih hotel yang menyediakan fasilitas perlengkapan mandi
Source: flickr - Moyan Brenn
Akan sangat baik jika Anda telah mempersiapkan segala sesuatu sebelum berangkat wisata, termasuk perlengkapan mandi. Lalu, bagaimana jika tidak? Anda tentu harus mempersiapkan pengeluaran tambahan untuk membelinya.

Salah satu trik yang bisa menolong Anda adalah memilih hotel murah di Surabaya yang juga menyediakan fasilitas perlengkapan mandi, mulai dari sabun mandi hingga handuk. Dengan demikian, Anda terbebas dari keharusan membeli perlengkapan mandi baru di tempat tujuan nanti.

5. Rencanakan perjalanan bersama

1Source: flickr - Eduardo Merille
Menginap di hotel murah adalah kesempatan untuk berkenalan dengan banyak orang dari berbagai latar belakang. Bukan tidak mungkin, Anda dan mereka bisa menjalin pertemanan baru. Untuk menghemat biaya perjalanan, Anda juga bisa mengajak mereka untuk bersama-sama mengunjungi sebuah tempat wisata. Supaya lebih ringan, biaya perjalanan bisa ditanggung bersama. 

6. Hemat air minum
2Source: flickr - Brad.K

Memang lebih mudah untuk membeli air kemasan saat hendak pergi ke mana-mana. Namun, membeli air kemasan setiap saat tentu bisa membuat kantong Anda jebol. Untuk mengurangi pengeluaran, Anda bisa mengisi botol air minum dengan air gratis dari hotel sebelum memulai perjalanan.
Bepergian memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun, orang yang cerdas harus bisa mencari cara terbaik untuk menekan jumlah pengeluaran. Berwisata sebenarnya tidak harus mewah, kok. Yang penting adalah bagaimana kita bisa menikmatinya dengan maksimal.
Nah, sudah tau kan caranya. Jangan lupa untuk terus meng-update informasi  di  Traveloka, ada banyak informasi yang bermanfaat yang bisa kamu temukan apabila ingin berwisata di Surabaya

Membidik Potensi Maritim Berau


Pertama kali datang di Berau, saya langsung didecak kagumkan dengan sungai yang meliuk mengapit kota Tanjung Redeb yang merupakan ibu kota Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Nama sungainya adalah Sungai Segah yang bermuara di Selat Makassar sejauh 47 km. Tidak salah bila Bang Welli -̶ Kakak satu almamater di Korpala Kampus Merah -̶   menerangkan bahwa kota ini merupakan kota Sungai. Meski demikian sungai dan laut di kabupaten ini patut diperhitungkan karena selain merupakan alur transportasi juga memiliki sumber daya alam yang besar. Sebagai orang baru, tentu saya sangat terbantu oleh keberadaan sungai ini untuk bernavigasi dalam berkunjung bebas di Tanjung Redeb. 
Di Sungai Segah ini, kapal tagboat lalu lalang dari tambang batu bara menuju Selat Makassar yang akan
diekspor ke berbagai negara lain
Keriuhan kapal tagboat menderek Batu Bara melintasi Sungai Segah. Disudut lain kapal kayu jenis lambo melipir sedang bongkar muat barang sejajar dengan Jalan Pulau Derawan. Jalan ini lebih dikenal dengan nama Tepian Teratai, apalagi dengan ciri khasnya bangunan beton mengikuti pinggiran sungai dan keramaian penjual pisang gampit mirip pisang epe, makanan khas Makassar. Pantai ini juga mirip pantai losari zaman dahulu atau pantai di Pare-Pare masa kini. Perbedaannya, dikota tersebut dibangun di pinggir pantai namun disini dibangun di pinggir sungai yang memiliki lebar 392,29 meter. Di Sungai Segah, kita bisa menjumpai perahu sewa di dermaga kayu yang kecil untuk menyeberangi sungai dengan merogoh kocek hanya Rp.5000 sedangkan di dermaga kayu kecil lainnya dikhususkan untuk berwisata ke Pulau Derawan (112 km dari Tanjung Redeb) dan Pulau Maratua (120 km dari Tanjung Redeb). Tentu harganya berbeda yaitu Rp.350.000 per orang atau charter satu perahu seharga Rp 2.500.000.

Sebagai ukuran sebuah kabupaten, dengan aktivitas yang padat terutama terutama ekspor Batu Bara menjadikan Kabupaten Berau tergolong kabupaten yang maju. Penghasilan daerah dari Batu Bara meraih tingkat atas di kabupaten ini. Menurut Pak Nur – Petugas Pelabuhan Tanjung Redeb- perkembangan ini sebenarnya sudah meredup sejak dua tahun yang lalu akibat penurunan harga Batu Bara yang melonjak turun sementara biaya operasional yang tinggi. Saya melanjutkan percakapan dengan mengulas aktivitas Pelabuhan Tanjung Redeb. Ada tiga kapal yang bersandar ketika itu dengan bobot sekitar 2000 ton dengan kontainer maksimal 20 feet. Alur pelayaran kapal barang ini sebagian besar dari dan menuju Surabaya dan Makassar dengan barang bawaan seperti sembako dan semen. Harga pengiriman melalui laut menuju Surabaya dari pelabuhan ini sekitar 16 juta (Door to Door) atau 12 juta (Port to Port) sedangkan dari Surabaya sekitar 8 juta.
Pemandangan salah satu sudut kota yang diambil dari atas jembatan penyeberangan kota.

Selepas dari Pelabuhan, perjalanan saya melanjutkan perjalanan menuju UPTD PPI Sambaliung, tempat dimana transaksi hasil laut oleh nelayan dilakukan yang dibangun sejak sembilan tahun yang lalu namun baru ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016. Menurut keterangan Pak Salman -̶  Kepala PPI Sambaliung -̶  setiap dini hari ada sekitar dua hingga tiga ton ikan yang didaratkan di pelabuhan ikan tersebut. Ikan-ikan tersebut sebagian besar untuk keperluan domestik Kabupaten Berau seperti ikan tongkol, gembong, bawal dan udang laut. Selebihnya, lobster, kakap dan gurami yang berasal dari Pulau Maratua di ekspor melalui Tarakan dan Surabaya dan kemudian menuju Singapura, Hongkong bahkan ke Amerika. Tercatat ada 16.766,3 ton pemanfaatan sumber daya ikan Kabupaten Berau pada tahun 2009 yang didominasi oleh penangkapan di laut sebesar 15.143 ton atau 90,32%. Dari data yang didapatkan luas laut Kabupaten Berau yaitu 12.887,47 km2 dengan panjang garis pantai 279,91 km2.
PPI Sambaliung ini memiliki pendapatan sekitar 250 juta per tahun
Di sisi lain, tantangan PPI ini untuk tetap bertahan sangatlah menohok. Banyaknya transaksi perikananan yang dilakukan bukan sesuai aturan atau dilakukan di PPI menjadi penyebab nomor satu lambannya kinerja PPI Sambaliung. Tidak hanya itu, Pak Kasman mengeluhkan tentang kebutuhan nelayan terhadap es balok. Dengan jumlah nelayan sekitar 4000an dengan pabrik es hanya 12 unit yang seharusnya 24 unit, kebutuhan es semakin sulit apalagi dari 12 unit tersebut kebanyakan hanya menghasilkan 150 balok dibandingkan rekomendasi produksi seharusnya 400 balok. Beliau mengharapkan agar pemerintah pusat terus memperhatikan permasalahan ini. Selain permasalahan es balok, harga bahan bakar untuk nelayan juga perlu mendapat perhatian khusus

“Disini kami menjual bensin sehari Rp.5.150 per liter. Sementara di laut, biasanya masyarakat membeli secara illegal dengan hanya Rp.4800 per liter secara illegal. Jarak PPI dari laut juga cukup jauh jadi untuk mencapai SPBN yang satu lokasi dengan PPI , nelayan harus masuk ke sungai dengan jarak yang jauh”, tandas Pak Kasman di ruang kerjanya. 

Mengenal Lebih Dekat Kapal Riset Baruna Jaya IV


Sebuah kehormatan karena bisa terhubung langsung dengan Bapak Dr. M. Ilyas, ST, M.Sc, Kepala Balai Teknologi Survey Kelautan. Berkat undangan beliau, saya bersama satu teman bisa hadir dalam Openship Kapal Baruna Jaya IV di Pelindo IV Makassar pada hari Sabtu Tgl 23 September 2016. 
Model Kapal Riset Baruna Jaya IV yang bersandar di Pelindo IV Makassar (barunajaya.bppt.go.id, 2016)
Nampak kapal ini ramai oleh kunjungan pemuda-pemudi Makassar termasuk siswa SMA dan mahasiswa berjas merah. Mereka begitu antusias melihat setiap sudut Kapal Baruna Jaya IV yang lebarnya 12.10 meter. Crew kapal juga menjelaskan kepada generasi muda ini mengenai seluk beluk kapal dibawah koordinasi Balai Teknologi Survey Kelautan yang memiliki empat unit kapal. 

Kapal Baruna IV khusus melakukan tugas pengambilan data Oseanografi, EBA dan Perikanan. Kapal yang memiliki GRT 1219 ton ini baru saja bersandar setelah penjelajahannya di Selat Makassar selama 17 hari melakukan riset Stock Assesment. Perjalanan selanjutnya akan dilakukan di perairan Laut Arafuru dan kembali ke Jakarta selama 33 hari. Project ini dilakukan atas kerjasama Balai Teknologi Survey Kelautan, Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pak Hendar, deck crew kapal menjelaskan seputar Kapal Baruna Jaya IV kepada penulis (Photo by Izzah)
Mengawali keingintahuan kami dengan kapal berteknologi ini, kami diperkenalkan dengan Pak Hendar beserta dua temannya yang menjelaskan bagian mesin, penelitian, dan akustik. Kapal ini dilengkapi oleh sistem navigasi radar ARPA X Band Foruno, Fish Finder, dan Riverse Osmosis. Di ruang tengah Forcastle Deck terdapat Scientific Centralizing Room, Chemical Room dan Senior Scientist. Dalam melakukan penelitian, metode yang digunakan adalah Sweep Area. Setelah ikan yang tertangkap total sekitar 400 kg yang diambil sampelnya menggunakan Trawl maka diteruskan untuk diteliti dalam ruangan Scientific Centralizing Room. Beragam sampel ikan saat itu seperti pelagis tuna dan demersal ikan sebelah serta beberapa jenis ikan lainnya. Beberapa data diambil dengan metode otolith (penentuan umur ikan menggunakan tulang otolith), pengukuran ikan, gen, dan sebagainya. Di lantai dua, terdapat ruang akustik. Disini kami dijelaskan mengenai cara kerja akustik yang dimiliki Kapal Baruna Jaya IV menggunakan software Simrad ER60 dan MaxSea. Akustik kapal ini sendiri memiliki frekuensi 38 Hertz dengan jangkauan 3000 meter. Saat pengambilan data maka Crew Akustik harus berbagi waktu untuk terus standby selama 24 jam. Pengambilan data dilakukan saat kapal bergerak kapal dengan kecepatan 5 - 6 knot. Meskipun kami dijelaskan cara kerjanya namun data yang diambil tidak begitu bagus karena posisi kapal yang diam di pelabuhan. Hanya ada informasi kedalaman saat kapal bersandar yaitu 9.72 meter (ini bisa menjadi data primer untuk kedalaman pelabuhan makassar) beserta ukuran ikan yang sedikit sekitar 6 cm. Menurut keterangan petugas, bahwa saat ini tengah memasuki musim timur sehingga jumlah ikan melimpah di Selat Makassar bagian utara.
Geladak kapal yang tergolong luas menjadi wahana untuk melakukan aktivitas pengambilan sampel penelitian (Photo by Izzah)
Dari penjelajahan ini diharapkan Indonesia memiliki data mengenai Stock Assestment yang akurat untuk mengetahui daya optimum potensi perikanan laut di perairan nusantara dari tahun sebelumnya dengan stok ikan (MSY) yaitu 9,931 juta ikan yang diperkirakan lebih besar dari sebelumnya. Setelah hal tersebut dipenuhi maka langkah selanjutnya adalah pemanfaatan laut dan penentuan kebijakan laut dibawah Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan bukti ilmiah yang telah direkam oleh Kapal Baruna Jaya. Kebijakan ini bisa terkait dengan pelarangan penangkapan ikan yang berlebih (Overfishing) dan IUU (Illegal, Unregulated and Unreported) Fishing. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, kita harus bangga bahwa kita memiliki kapal riset sekelas Kapal Baruna Jaya.

#Untuk Indonesia yang Mandiri dan Berdaulat