Mengawali Musim Dingin dengan Hangatnya Suasana Keluarga Baru

12:48 Baso Hamdani 0 Comments

Musim dingin telah tiba dengan ditandainya waktu siang dimundurkan selama satu jam. Dedaunan telah purna tugas untuk bergelantungan pada tuannya, angin tetap seperti biasa meniup menerawang hingga ke ubun-ubun. Keberuntungan menghampiri kami dengan mendapatkan hari yang cerah di awal musim kali ini. Perihal suhu jangan salah tetap dingin dengan suhu sekitar 7oC.  

Bagi mereka yang berkeluarga tentu menghabiskan waktu dengan keluarga di akhir pekan adalah pilihan yang baik. Meski dingin kami juga ingin turut merasakan suasana tersebut dengan menghabiskan waktu dengan keluarga baru kami di sini. Diawali dengan janji pertemuan untuk yang pertama kali bersama Host Family sebulan yang lalu. Hari ini adalah pertemuan yang pertama kali dengan mereka.

Tepat tengah hari setelah menghabiskan waktu sekitar seperempat jam dari Kota Malmo ke Lund, kami bertemu dengan beliau tepat di depan stasiun. Sumringah mereka membuat suasana hari ini terasa semakin cerah. Dilanjutkan sekitar dua puluh menit menuju tempat tinggalnya sambil memperkenalkan kota Lund kepada kami. Mereka tinggal disebuah apartemen di lantai paling atas, dengan dikeliling wallpaper alam nyata dengan pemandangan Lund dan sekitarnya secara langsung. Dipenuhi jendela dari dua sisi yang memang tepat bagi kedua pensiunan ini untuk menikmati sisa waktu mereka. Baginya, menerima mahasiswa sebagai anaknya selama kuliah juga merupakan sebuah pilihan yang baik. Selain karena ingin berbagi kebahagiaan juga karena anak-anaknya sudah tersebar ke berbagai kota seperti Malmo dan Stockholm.

Host Family kami di Swedia (Dari Kiri ke Kanan: Ardi, Ms Joy Pergament, Mr Morris dan saya)
Undangan makan siang ini disiapkan oleh beliau yang telah berusaha memahami budaya kami termasuk agama kami dan perihal yang diharamkan. Termasuk makanan, mereka hampir sama dengan kami yang tidak makan daging bahkan mereka tidak makan kerang dan belut karena beliau adalah kaum beragama yang berbeda dengan kami. Kami bertukar cerita dan mengedepankan sikap toleransi. Mereka yakin bahwa setiap bangsa adalah baik. Tentu ini sangat meningkatkan kadar pembelajaran dan toleransi kami yang menjadi pengalaman berharga dengan berinteraksi langsung dengan mereka.

Kami kemudian melanjutkan perbincangan dengan keluarga masing-masing di Indonesia. Begitu pun cerita keluarga mereka sejak menikah. Di kehidupan beliau, mereka juga terbilang cukup banyak berinteraksi dengan warga muslim di kota ini karena memiliki komunitas. Tujuannya agar dapat hidup dengan rukun bersama sesama penganut beragama lainnya.
Nonton pertandingan Ice Hockkey bersama keluarga baru kami di rantau.


Tiga jam berlalu, kami diantar menuju pertandingan Ice Hockey di Malmo, tempat dimana para cucunya melakukan olahraga es ini. Hari ini kami menikmati pertandingan antara tim Danish dan Skane. Di tempat ini pula, kami dikenalkan dengan salah satu anakya bernama Daniel. Bersama mereka, saya dan Ardi menikmati pertandingan ini yang tergolongan olahraga baru yang kami tahu. 

*Host Family merupakan program kampus World Maritime University bagi mahasiswa yang ingin belajar dan bertukar budaya dengan masyarakat lokal melalui pendekatan keluarga angkat. Program ini berkat kerjasama antara Walikota Kota Malmo dengan kampus kami. Mr. Morris dan Mrs Joy Pargament menjadi orang tua kami selama kuliah disini. Saya dan Ardi adalah yang beruntung menjadi bagian dari cerita mereka selama setahun lebih.



You Might Also Like

0 comments: