Upacara Bawah Air: Refleksi Jiwa Maritim

23:55 Baso Hamdani 0 Comments


Aksi Tepian Negeri diselenggarakan oleh Destructive Fishing Watch dengan berbagai pihak termasuk Marine Science Diving Club (MSDC) Universitas Hasanuddin. Aksi Tepian Negeri (ATN) merupakan aksi sederhana yang dilakukan untuk kampanye konservasi laut terutama ekosistem terumbu karang dan satwa yang terancam punah, serta berbagi peristiwa dan kebahagiaan bersama masyarakat pulau-pulau kecil terluar Indonesia terutama anak-anak dan pemuda. ATN ini serentak dilaksanakan di sebagian besar Pulau-Pulau Kecil Terluar  (PPKT) Indonesia yaitu 16 PPKT dari 92 pulau PPKT (DFW, 2016). Pada Aksi Tepian Negeri tahun 2015, penulis sebagai relawan ATN bersama Angkatan Laut, Angkatan Darat, Polisi dan masyarakat melakukan upacara di Pulau Brass. Pulau Brass merupakan pulau terluar yang secara administrasi masuk Provinsi Papua. Pulau ini masuk pada perairan pasifik timur berbatasan langsung dengan Negara Palau.

                                                    Gambar 1. Upacara Bawah Air, ATN 2016

Pelaksanaan perayaan Hari Kemerdekaan NKRI yang ke-71 tanggal 17 Agustus 2016 dilakukan dengan berbagai pihak termasuk pelajar, mahasiswa, wartawan, LSM dan dokter di Pulau Kodingareng Lompo. Berjumlah 18 orang, tim upacara bawah air terdiri dari 10 orang perwakilan Aksi Tepian Negeri (ATN) yang bekerjasama antara Destructive Fishing Watch (DFW) dengan Marine Science Diving Club (MSDC) dan 8 orang dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) wilayah Makassar berhasil melaksanakan upacara bawah air. Upacara ini dilakukan dengan sederhana di sebelah utara timur laut Pulau Kodingareng, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar. Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 hingga pukul 11.30 Wita.

Gambar 2. Sesaat setelah penaikan bendera, ATN 2016


Upacara bawah air ini juga dilakukan dalam keprihatinan kami sebagai generasi muda (baca:relawan) terhadap kondisi laut Indonesia yang semakin terpuruk oleh berbagai hal yang merusak laut seperti Penangkapan Ikan yang tidak Ramah Lingkungan (PITRaL) misalnya kondisi terumbu karang yang baik secara nasional berkisar hanya 35% sedangkan di Kepulauan Spermonde presentasenya lebih kecil yaitu hanya sebesar 25%. Permasalahan kemaritiman seperti ini untuk bangsa Indonesia tentunya cukup berat sehingga diperlukan kerjasama dan "kerja nyata" yang baik antara berbagai pihak. Sebagai bagian dari pemuda bahari, kami ingin masyarakat luas tahu bahwa keadaan laut Indonesia sedang tidak baik-baik saja dan mengajak untuk lebih peduli.

Rangkaian kegiatan Aksi Tepian Negeri tidak hanya melakukan upacara bawah air namun sehari sebelumnya dilakukan rangkaian acara seperti kelas inspirasi dan bersih pantai dengan melibatkan 19 orang relawan. Kelas inspirasi dengan tema "pengenalan terumbu karang". Sementara itu, kegiatan bersih pantai bekerjasama dengan masyarakat Pulau Kodingareng, Karang Taruna dan Sispala.

                              Gambar 3. Foto bersama sesaat sebelum bersih pantai, ATN 2016




Penulis: Baso Hamdani 
(Relawan Aksi Tepian Negeri, Inspektur Upacara Bawah Air ATN Pulau Kodingareng  Lompo).

You Might Also Like

0 comments: